Home - Info Bobo - Bobo File
Bobo File
Jumat, 26 Juli 2013
Meja Batu untuk Persembahan
Meja Batu untuk Persembahan

Meja Batu untuk Persembahan

Selain membuat arca-arca dari batu dengan ukuran raksasa, nenek moyang kita pada masa  purbakala dulu juga membuat meja persembahan (altar atau mimbar) dari batu-batu raksasa. Meja batu tersebut disebut dolmen.

Dolmen ini digunakan untuk meletakkan sesaji atau persembahan dalam upacara pemujaan terhadap roh nenek moyang. Ini menunjukkan kepercayaan mereka, bahwa roh seseorang tetap hidup, meski orang tersebut telah meninggal.  

Dolmen banyak ditemukan di situs-situs megalit, seperti di daerah Nias, Lampung Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan lainnya. Seperti apa bentuk dolmen dan dimana dolmen itu ditemukan? Yuk, kita lihat meja batu raksasa di bawah ini.

watu laba

Watu Laba di Kampung Bena

Di Kampung Bena

Meja batu ini berada di Kampung Bena, Desa Tiwo Riwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Penduduk adat Kampung Bena menyebut batu besar ini watu laba artinya tempat rapat. Di sekitar meja batu terdapat batu-batu kecil untuk tempat duduk. Masyarakat adat Kampung Bena menggunakan watu laba ini untuk musyawarah dan upacara adat.

orahili gomo

Meja batu di Orahili Gomo, Nias

Di Orahili Gomo

Meja batu ini dapat kita temukan di Desa Orahili Gomo, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Sayangnya, situs megalit di sini kurang terawat. Bahkan banyak yang hilang. Sebagian batu peninggalan kebudayaan megalitikum ini sudah disimpan di Museum Pusaka Nias dan sebagian diambil penduduk untuk dipajang di rumahnya.

Foto-foto: Ricky Martin/Bobo

Yuk, kita baca tulisan lain dalam serial Peninggalan Purbakala : Arca-Arca Purbakala  | Meja Batu untuk Persembahan  | Makam Batu Simbol Orang Berada

Sigit Wahyu
Sigit Wahyu

321 Artikel

blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG