Home - Info Bobo
Info Bobo
Kamis, 16 Januari 2014
Tujuh Keajaiban Otak Remaja
Tujuh Keajaiban Otak Remaja

Tujuh Keajaiban Otak Remaja

Berapa umur teman-teman? Sebelas atau dua belas tahun? Wah, ternyata otak kita saat usia 11 dan 12 tahun, ajaib sekali, lo. Mau tahu?

1. Para ahli menggolongkan manusia berusia 11 sampai 19 tahun sebagai remaja. Dulu ilmuwan mengira pertumbuhan otak besar-besaran hanya terjadi saat bayi. Namun, ternyata, otak manusia juga mengalami ledakan pertumbuhan saat remaja. Benang-benang syaraf tiba-tiba terhubung satu sama lain ketika remaja.  Sayangnya, pertumbuhan itu mengakibatkan masa remaja sebagai masa yang membingungkan.

2. Salah satu  hormon yang muncul di otak remaja adalah hormon oxytocin. Wah, gara-gara hormon ini kita jadi suka merasa ge-er. Kita merasa tiap orang memperhatikan kita. Mulai dari hidung, rambut, kaki, bentuk tubuh, dan semuanya. Akibatnya, kita pun jadi sibuk memperhatikan diri sendiri dan berusaha tampil menarik. Dan yang lebih parah, hormon oxytocin menyebabkan kita jadi sensitif.  Ih, kita jadi mudah tersinggung gitu, lo.

3.  Sering mendengar ungkapan tidur seperti bayi? Hmm, ungkapan itu menandakan bayi suka tidur. Ssst, ternyata remaja juga suka tidur. Pertumbuhan otak yang luar biasa menyebabkan tubuh remaja butuh  tidur 9-10 jam.

4. Katanya, remaja suka kesal pada ayah ibunya. Banyak yang bilang kita tidak suka nonton atau ngobrol bareng orang tua. Kita lebih suka ngobrol bareng teman. Hmm, ternyata hal itu tidak benar. Teman memang asyik buat belajar negosiasi, kompromi dan berkelompok. Namun, ternyata 89 persen remaja merasa orang tua sangat penting dan sahabat yang menyenangkan. Keren!

remaja

Remaja adalah masa usia 11 sampai 19 tahun. Foto: Istimewa

5. Saat usia 11-12 tahun, tiba-tiba otak mampu berpikir dan berkhayal yang rumit-rumit. Banyak kemampuan baru muncul. Kemampuan itu berbeda dengan kemampuan anak-anak. Misalnya, kita jadi mengerti teori-teori yang rumit. Pelajaran Kimia dan Sejarah yang sulit bisa dimengerti dengan mudah. Kita juga belajar menghitung resiko atau mengambil keputusan. Namun, sayangnya, perhitungan dan keputusan kita belum canggih karena otak kita baru saja berkembang. Hmm, kita masih butuh bantuan orang tua untuk mendampingi agar semakin canggih.

6. Ups, ada bagian otak kita yang tumbuh besar-besaran. Mirip sebuah ledakan. Itulah bagian otak amygdala. Amygdala ini bertanggung jawab pada emosi kita. Gara-gara amygdala, kita jadi mulai naksir cewek atau cowok, nih. Amygdala juga membuat kita salah paham pada pendapat orang tua dan orang lain. Amygdala ini pula penyebab kita uring-uringan dan suka bikin masalah.

7. Kata ahli, sebetulnya kita sedang menguji teori yang berkecamuk di otak saat uring-uringan. Soalnya, banyak hal yang belum kita pahami. Tapi, tenang. Para ahli bilang, pengetahuan akan bertambah saat umur bertambah. Pengetahuan yang banyak mengurangi rasa uring-uringan.

So, supaya tidak uring-uringan, bagaimana jika kita banyak membaca pengetahuan? Pengetahuan memudahkan kita mengenali masalah. Kita pun bisa bilang pada amygdala. “Okay, amygdala. Kamu boleh bikin aku uring-uringan. Tapi aku akan sabar dan menunggu usiaku bertambah. Aku akan mencari banyak ilmu agar tidak pusing.”

(Johanna Ernawati)

Sumber: Sara Johnson.The Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Live Science.com

Rna

105 Artikel

blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG