Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Minggu, 10 Maret 2013
Asyik Baca Komik

Asyik Baca Komik

Saat ini pukul 13.30, Karin sedang asyik membaca komik Hai Miiko yang baru saja ia pinjam dari Tia, teman sebangkunya. Dari waktu pulang sekolah, Karin belum makan siang karena terlalu sibuk membaca komik.

Yap! Akhir-akhir ini, Karin suka sekali membaca komik Hai Miiko. Menurutnya, Miiko adalah anak yang ceria dan pengalamannya sangat menarik. Tapi, karena keasyikan membaca komik Hai Miiko, Karin sampai lupa dengan kegiatannya yang lain.

“Karin, kamu belum makan siang, kan? Ayo, makan dulu,” kata Ibu mengingatkan Karin.

“Iya, Bu, sebentar lagi,” jawab Karin singkat, namun matanya tetap tertuju pada komik yang sedang dibacanya.

“Makan dulu, Karin. Kamu pasti sudah lapar, baca komiknya bisa dilanjutkan nanti. Sekarang kamu makan siang dulu. Ayo,” kata Ibu lagi.

“Huh. Iya, Bu.”

Dengan malas, Karin ikut Ibu ke dapur untuk makan siang sambil membaca komik. Ibu menegur Karin karena makan sambil membaca, tapi Karin hanya mengiyakan perkataan ibunya. Setelah selesai makan, Karin kembali melanjutkan membaca komik.

Besok, Karin akan ada ulangan matematika tentang bilangan pecahan. Karin belum belajar dan mempersiapkan diri. Padahal, Karin belum terlalu lancar mengerjakan soal latihan dari Ibu Guru.

“Karin, Ibu kira kamu sedang belajar, ternyata sedang baca komik,” Ibu mengejutkan Karin yang sedang asyik membaca komik di kamar tidurnya.

“Ah, Ibu. Bikin Karin kaget saja. Iya, Bu sebentar lagi Karin pasti belajar,” jawab Karin.

“Kata Tia besok ada ulangan Matematika. Kamu jangan baca komik terus menerus begitu, Karin. Jangan lupa kewajibanmu belajar. Membaca komik untuk hiburan memang boleh, tapi jangan sampai tidak belajar, Karin,” kata Ibu menasihati Karin.

“Iya, Bu. Setelah aku selesai membaca komik ini, aku akan langsung belajar Matematika, kok, Bu,” kata Karin. Ibu hanya menggeleng-geleng melihat Karin.

“Tepat pukul 20.00 nanti aku akan belajar Matematika. Komik-komik ini kulanjutkan besok saja,” kata Karin pada dirinya sendiri. Kemudian, Karin kembali larut dalam komik Hai Miiko yang sedang ia baca. Cerita komik Miiko yang lucu dan menarik membuat Karin larut dan lupa waktu.

Karin telah menyelesaikan komik Hai Miko ke-23. Dan sekarang sudah pukul 20.00.

“Baiklah, sekarang waktunya belajar,” kata Karin. Ia mengambil buku cetak dan buku latihan matematikanya dari rak buku.

Namun, baru saja ia membuka buku matematikanya, ia sudah mengantuk. Matanya terasa sakit karena terlalu banyak membaca komik. Akhirnya, Karin memutuskan mengistirahatkan matanya sejenak. Tapi yang terjadi justru Karin tertidur dan tidak belajar.

*Keesokan harinya*

“Kriiiiiiinggggg,” bel sekolah berbunyi tandanya pelajaran dimulai. Jam pelajaran pertama adalah pelajaran Matematika, itu artinya ulangan Matematika akan berlangsung.

“Anak-anak, masukkan semua buku ke dalam tas. Kita akan segera memulai ulangan matematika ini,” kata Ibu Guru kepada murid-murid kelas 6A.

“Baik, Bu,” jawab murid-murid serempak.

Karin resah, semalam dia belum sempat belajar. Ia belum begitu paham tentang bilangan pecahan. Karin merasakan kesulitan dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Ia sampai ingin menangis.

“Aku menyesal tidak mendengar nasihat Ibu. Aku menyesal tidak belajar, semalam,” kata Karin pada dirinya sendiri. Karin berusaha sebisa mungkin menyelesaikan soal-soal ulangan dari Bu Guru tersebut, meski pun ia sendiri tidak yakin.

Dalam hati, Karin berjanji akan mengatur waktu dengan baik. Ia juga berjanji akan membagi waktu untuk belajar dan untuk kegemarannya membaca komik.

“Semoga kebiasaan buruk ini tidak aku ulangi lagi,” katanya dalam hati sambil mengumpulkan kertas ulangan.

Mian Ulisakti
Mian Ulisakti

1 Artikel

Score : 5.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG