Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Senin, 13 Agustus 2012
Baju Lebaran
Baju Lebaran

Baju Lebaran

"Bu bentar lagi, kan, lebaran. Aku mau baju lebaran baru," kata Budi.

"Iya, Nak. Tunggu kue lebaran Ibu laku, ya," kata ibu Budi.

"Baik, Bu.Oh iya, bagaimana kalau aku berjualan kue lebaran di sekolahku?"

"Ide yang bagus, Nak. Kasih harganya Rp.10.000 saja, ya,"

"Oke, Bu," jawab Budi.

Keesokan harinya, Budi menjual kue lebaran itu di sekolahnya. Akan tetapi ia hanya membawa 3 toples kue padahal banyak ibu-ibu yang ingin membelinya.

"Alhamdulillah, hasilnya Rp 30.000," kata Budi.

Ketika dalam perjalan pulang, Budi bertemu dengan seorang nenek tua yang meminta -minta.

"Cu, minta uangnya, nenek belum makan dari kemarin," kata nenek tua.

"Ya udah, ini untuk nenek makan. Semoga cukup, ya, Nek," kata Budi.

"Terima kasih ya, Cu. Semoga kamu diberikan pahala yang berlipat ganda," kata nenek tua.

"Amin......." jawab Budi.

Ketika mau sampai rumah Budi menemukan dompet.

"Dompet siapa ini?" kata Budi. Ia pun memasukkan dompet itu ke dalam tasnya, tiba-tiba ia bertemu seorang ibu yang tampak kebingungan, lalu Budi menghampirinya.

"Permisi, Bu, ada yang bisa saya bantu?" kata Budi.

"Iya, Nak. Ibu kehilangan dompet," jawab ibu itu.

"Oh," Budi pun langsung membuka tasnya.

"Ini dompet ibu bukan?" kata Budi.

"Iya, Nak. Itu dompet ibu," jawab ibu itu.

"Yaudah, nih," Budi pun memberikan dompet itu.

"Alhamdullilah, makasih ya Nak. Ini uang untuk kamu," kata ibu itu sambil menyodorkan uang sebesar Rp.50.000.

"Gak usah, Bu. Saya menolong dengan ikhlas, kok," kata Budi.

"Penerimaan orang tidak boleh ditolak, loh," kata ibu itu.

"Makasih ya, Bu," kata Budi.

"Sama-sama," jawab ibu itu.

Akhirnya Budi pun jadi membeli baju lebaran.

Rizka Aulia
Rizka Aulia

5 Artikel

Score : 5.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG