Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Sabtu, 02 Maret 2013
Boneka Ajaib Fitri

Boneka Ajaib Fitri

Fitri merebahkan badan di tempat tidurnya.

“Uh, lega rasanya!” seru Fitri, Fitri baru saja pulang dari pertandingan bola voli se-Jakarta, timnya meraih juara 2, meskipun tidak juara 1, tim Fitri selalu semangat dan terus berlatih.

“Tok…tok…tok…” Fitri membuka pintu kamarnya.

“Ada apa, Bi?” tanya Fitri pada Bi Rumi.

“Non, tadi ada seseorang yang mengantarkan kotak ini!” kata Bi Rumi.

“Siapa dia Bi? Teman Fitri?”

“Bibi tak tahu, Non, dia hanya menyuruh bibi memberikan kotak ini!” seru Bi Rumi.

“Ya sudah deh, Bi, terima kasih,” Fitri mengambil kotak itu, kemudian menutup pintu kamarnya.

“Kira-kira apa, ya, isi kotak ini?” gumam Fitri.

“Wah! Ada boneka!” teriaknya, Fitri langsung mengambil boneka itu dari kotak, ia membawanya ke atas kasur.

“Ye! Aku mendapat boneka baru!” sorak Fitri, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.

“Aduh, siapa lagi, sih?” gumam Fitri.

“Hai, terima boneka itu, ya! Bermain-mainlah dengannya!” seru seseorang itu dari luar pintu kamar, kemudian menutup pintu kamar Fitri.

“Siapa, sih? Mengetuk kamar, ngomong, trus nutup kamar aku?” gumam Fitri, tapi ia tidak terlalu memikirkannya karena ia mendapat boneka baru.

Saat Fitri memegang boneka itu, tangannya terasa bergetar, Fitri terkejut, boneka itu berbicara, “Hai, Fitri, apa yang kau inginkan?” tanya boneka itu, Fitri terkejut.

“Kamu si..si..siapa?”

“Tenanglah!” jawab boneka, Fitri menenangkan jiwanya.

“Oh, aku ingin coklat!” bisik Fitri.

“Boneka itu langsung mengeluarkan coklat dari tas kecilnya, tas kecil itu terletak disamping badan boneka tersebut.

“Wah!” Fitri berdecak kagum, ia menambah permintaannya.

“Aku ingin boneka Barbie!” lalu boneka tersebut mengeluarkan Barbie dari tasnya, begitu seterusnya…

Sampai akhirnya, Fitri meminta agar ia memegang matahari, boneka itu sanggup mengeluarkan matahari yang besarnya tak terhitung dari tas kecilnya itu, “Whaaa!!” Fitri berteriak tak karuan, badannya sangat panas, sekujur tubuhnya telah terbakar.

“Aaaa!!” Fitri berteriak lagi, kemudian ia terbangun.

“Uh, ternyata hanya mimpi!” serunya dalam hati, ternyata dari Bi Rumi memberi kotak itu, sampai Fitri terbakar hanyalah mimpi.

“Kalau boneka itu benar-benar ada pasti aku membelinya, tapi aku gak akan minta matahari!” seru Fitri cekikikan.

“Umm, di dalam mimpiku tadi siapa, ya? Seseorang yang mengetuk pintu kamarku, kemudian langsung bicara, dan menutup pintu kamarku!” tanya Fitri dalam hati, tapi ia menenangkan diri, “Gak mungkin hantu! Lagian itu hanya mimpi!”

Tapi Fitri terkejut ketika melihat sebuah kotak di sampingnya, lebih terkejutnya lagi, Fitri melihat ada sebuah boneka di dalam kotak itu, ciri-ciri boneka itupun sama seperti boneka di mimpinya.

Seketika ada bayangan seseorang di dekat pintu, bayangan itupun sama persis seperti orang yang ada di mimpi Fitri, lebih jelasnya orang yang mengetuk pintu, kemudian langsung bicara dan menutup kamar Fitri tanpa memperbolehkan Fitri berbicara.

"Jadi siapa yang memberiku boneka ini?" tanya Fitri dalam hati.

-TAMAT- tebak ya!

ichi febrina
ichi febrina

44 Artikel

Score : 6.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG