Home - Klinik Cerita - Cerita Kamu
Cerita Kamu
Sabtu, 11 Mei 2013
Cerita Anak Kampung

Cerita Anak Kampung

Aku pulang sekolah dengan terburu-buru. Hingga tak melihat jalan. Di depanku aku melihat seorang anak tinggi tegap, dengan tangan disimpan di saku celana. Ia anak kelas enam, Leuki Hanaru. Beritanya, ia mengidap penyakit leukimia. Malah, sejak lahir, penyakit itu sudah diidapnya.

"Maaf, Kak Leuk," kataku. Kak Leuk tersenyum seraya berlalu pergi.

Di rumah, aku segera mengganti seragamku dengan kaos oblong berwarna hijau lusuh, dengan paduan celana pendek berwarna biru kotak-kotak.

"Heri, makan dulu, Nak," kata Mamak.
"Iya, Mak," jawabku.
"Mak, nanti, Heri boleh nggak, ngamen di bis?" tanyaku. Wajah Mamak terlihat lebih serius. Aku menunduk.

"Ehhmm ... Kamu ngamen, sih, boleh. Tapi, jangan di bis, ya, Ri," kata Mamak.

"Kamu boleh ngamen di perempatan. Hati-hati. Di sana rawan kecelakaan dan penculikan. Tunggu saat lampu merah. Baru kamu ke tengah jalan. Kalau ada preman minta setoran, kasih, tapi saksitik wae."

Aku mengangguk. Segera kuhabiskan makanan yang ada di meja. Piring yang sebelumnya penuh dengan nasi, dan tempe. Telah kinclong tanpa sisa. Aku minum teh hangat manis dahulu. Setelah itu pamit ke Mamak.

"Mak. Heri boleh ajak Ical, nggak?" tanyaku seraya mengambil ukulele peninggalan bapakku dan sebuah topi berwarna coklat kombinasi merah. Mamak hanya mengangguk seraya melanjutkan pekerjaannya sebagai penjahit kelas lele. Bukan penjahat, lho, ya!

"Assalamualaikum!" aku memberi salam dan langsung pergi. Mamak tersenyum. Dan menjawab, "Walaikumsalam," jawab Mamak lirih. Beberapa waktu kemudian, Mamak terus memegang kepalanya. Tiba-tiba Mamak ..., terjatuh!

"Assalamualaikum ..., Ical ... Ical ...," panggilku. Setelah aku melewati gang Disney, gang Philip, gang Walter, dan gang Archimedes, aku telah sampai di rumah yang separuhnya terbuat dari kayu, dan separuhnya lagi bambu.

"Woi! Ngapain kau disini?" tanya seorang anak laki-laki. Tatapannya tajam menatap ke arahku.
"Aku Heri. Aku temannya Iii .., Ical. Aku mau mencarinya," jawabku sambil terbata-bata.
"Oh. Nama awak Ilung Mangkuroso Hanara Galih Putra Wijaya. Panggil awak Ilung. Awak saudara sepupunya, Kang Ical. Silahkan kang masuk," Ilung mempersilakan.
"Hey! Heri!" sapa Ical. Aku tersenyum. "Cal! Sini!" panggilku.
"Apaan, Ri?" tanya Ical.
"Kamu mau nggak ikut aku ngamen di perempatan?" tanyaku sambil berbisik.
"Di perempatan? Mau! Boleh nggak, aku ajak Ilung?" kata Ical. Aku mengangguk meyakinkan.

"Ilung! Sini ...!" panggil Ical kepada anak uwaknya, Woko yang menikah dengan Wiwik. Suatu hari, saat beliau menyebrang, sebuah truck pick up menabrak Pak Woko. Nyawa Pak Woko tidak tertolong di tempat. Bu Wiwik pun pergi meninggalkan Ilung sendirian di rumah. Ilung memang jarang diperhatikan. Akhirnya, Ilung pindah ke rumah Ical, 2 hari yang lalu.

"Apa, Kang?" tanya Ilung.
"Kamu mau nggak, ikut kami ngamen di perempatan?" tanya Ical.
"Kenapa nggak di bis?" tanya Ilung.
"Aku nggak dibolehin ngamen di bis sama mamakku," sahutku.
"Ya sudahlah," kata Ilung.
"Awak nanti nak nyanyi apa, ya?" tanya Ilung. Aku dan Ical mengedikkan bahu.
"Bagaimana kalau awak menyanyikan lagu, Terminal Tirtonadi? Penyanyinya Didi Kempot," pinta Ilung. Aku menggeleng. Ical juga.

"Kalau aku nyanyi laguku sendiri aja, Pahlawan Kehidupan," kata Ical.

"Gini lagunya ..." lanjut Ical.

"Di saat, matahari t'lah tenggelam. Rindu aku ingin pulang. Kembali ke istana mewah. Yaitu, rumahku. Ku ingin jadi pahlawan kehidupan ..., tuk keluargaku. Tak ingin ku mengecewakan ayah ibuku. Karena ..., 'ku pahlawan kehidupan ..." Ical menyanyi dengan suara yang sedikit wajar.

"Sok. Gimana atuh?" tanya Ical.
"Lumayan, Cal!" cibirku. Ical tersenyum pahit. Ilung tersenyum.
"Aku! Laguku, Sekolah yang Bolong. 'Ku mulai memasuki gerbang sekolah. Tak lama kemudian muncullah teman-temanku. Uhuk uhuk ..." aku bernyanyi sambil terbatuk-batuk. Firasatku mengatakan, ada kejadian buruk di rumah. Kejadian apa itu?

Berlanjut

NiaLuna (Shin Ha Mi)~(Lim Mei Dhun) ~(Hideyashu Ringo~Koda Shin) *NiAlways*
NiaLuna (Shin Ha Mi)~(Lim Mei Dhun) ~(Hideyashu Ringo~Koda Shin) *NiAlways*

61 Artikel

Score : 5.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG