Home - Klinik Cerita - Cerita Kamu
Cerita Kamu
Minggu, 14 April 2013
Pena Warna-Warni

Pena Warna-Warni

“Kring…kring…” bel waktu pulang berbunyi. Semua siswa bergegas ingin pulang.
“Fin, aku boleh nggak ke rumah kamu? Ibu dan ayahku tidak bisa menjemputku karena mereka sekarang di luar kota, dan Kak Vita ada kegiatan pramuka dan pulang pukul 06.00,” ucap Vioni.
“Boleh, kok, Vio. Kita tunggu saja Mang Adi di sini,” jawab Fina.
“Terima kasih, Fin. Kamu baik sekali.”
“Ya, sama-sama, Vio.”

Mang Adi pun datang. Mereka berdua segera menaiki mobil. Mereka pun sampai di rumah Fina. Mereka langsung menuju kamar Fina.

“Fin, kamar kamu besar sekali dan bagus.” Mendengar ucapan Vioni, Fina hanya tersenyum. Vioni pun melihat-lihat isi kamar Fina. Matanya tertuju pada sebuah kotak. Dibukanya kotak tersebut, ternyata isinya pena yang memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran.

“Fin, penamu banyak sekali.”
“Iya, Vio. Aku sangat suka mengoleksi pena. Karena miliki bentuk yang unik-unik.”
Vioni memegang pena yang berwarna-warni, dengan tulisan paris. Ia pun tertarik dengan pena itu.

“Itu pemberian dari mamaku saat ia pergi ke Paris. Aku sangat menyukainya, karena tintanya berwarna-warni.”

Saat Fina pergi ke luar kamar, Vioni segera memasukkan pena warna-warni tersebut ke dalam tasnya. Saat Fina sampai di kamar, Vioni segera meletakkan kotak tersebut ke tempat asalnya.
Hari menunjukkan pukul 5.30 sore. Vioni segera berpamitan kepada Fina.

***
Saat jam istirahat, Fina telambat ke luar kelas sebab ia belum menyelesaikan latihan dari Bu Winda. Vioni telah terlebih dahulu ke kantin bersama Key. Saat ingin mengumpulkan latihan, mata Fina tertuju pada laci Vioni, ia melihat sebuah benda yang berwarna-warni. Segera Fina mengambil benda itu, dan ternyata pena warna-warni persis dengan milik Fina. Ia pun membawa pena tersebut. Ia berfikir mungkin Vioni mengambil miliknya. Fina pun bergegas menemui Vioni yang berada di kantin.

“Vio, pena ini milikmu?”
“Ya, pena itu milikku. Tanteku memberikan saat ia pergi ke Paris. Pena ini mirip dengan milikmu, kan. Tapi pena milikku ini tintanya hanya berwarna hitam.”
“Ya, pena ini sama persis dengan milikku tetapi hanya pada tintanya yang berbeda.”
Bel tanda masuk pun berbunyi. Fina, Vioni, dan Key segera masuk kelas.

***

Saat mengerjakan PR, Fina teringat akan pena milik Vioni. Ia segera melihat kotak penanya. Ia sama sekali tidak melihat pena warna-warninya. Ia pun segera berprasangka bahwa Vioni yang mengambil penanya.

***
Saat di sekolah, Fina bertanya lagi akan pena yang katanya milik Vioni tersebut.
“Vio kamu jujur, deh, pena milik kamu kemaren itu pena siapa?”
“Ya pena aku lah, pena siapa lagi.”
“Sebab pena warna-warni milikku hilang. Tidak tahu siapa yang mengambil.”
“Itu, kan, salahmu. Saat kemaren itu ak telah meletakkan ke dalam kotakmu.”

Pertengkaran pun semakin menjadi-jadi. Bu Winda pun masuk kelas. Mereka masih bertengkar. Bu Winda pun melerai mereka. Mereka pun segera diam.

“Nanti setelah jam pelajaran ibu selesai, kalian temui ibu di kantor guru,” ucap Bu Winda selaku wali kelas.
“Ya, Bu,” jawab mereka serentak.

Pelajaran Bu Winda pun selesai. Mereka pun menemui Bu Winda di kantor guru.
“Mengapa kalian bisa bertengkar?” tanya Bu Winda.
“Begini, Bu, kemarin saat saya selesai latihan saya melihat pena di laci Vioni persis dengan pena warna-warni milik saya. Tetapi, tintanya berwarna hitam. Saat saya melihat di rumah, pena saya tidak ada. Yang terakhir masuk kamar saya selain saya hanya Vioni. Bisa jadi Vioni mengganti tintanya,” jawab Fina.

“Vio, apa benar kamu yang mengambil pena milik milik Fina?” tanya Bu Winda.
“Maaf, Bu, memang saya mengambil pena milik Fina, karna saya tertarik dengan pena itu,” ucap Vioni.
“Sudah nanti kamu kembalikan lagi pena milik Fina. Dan sekarang kalian maafan dan kembali ke dalam kelas.”
“Iya, Bu,” jawab Vioni.

“Fin, maafin aku, ya, karena telah mengambil penamu tanpa izin dan mengganti tintanya agar kamu tidak mengetahui.”
“Iya, Vio. Aku memaafkan kamu, kok.”
Mereka pun kembali ke kelas dengan damai. Vioni mengembalikan pena milik Fina. Mereka kembali menjadi sahabat.

TAMAT

shandi gusti pramadina
shandi gusti pramadina

2 Artikel

Score : 5.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG