Home - Klinik Cerita - Cerita Kamu
Cerita Kamu
Minggu, 14 Oktober 2012
Si Kancil dan Teman-teman
Si Kancil dan Teman-teman

Si Kancil dan Teman-teman

Suatu hari, ada seekor kancil yang bernama Cilkan. Dia hanya mempunyai 4 teman yaitu Gugu si Gajah, Bita si Kelinci, Monyo si monyet, dan Paitu si tupai. Teman-temannya sangat baik, tetapi sayang, Cilkan itu sombong dan suka memilih-milih teman.Cilkan mempunyai banyak teman karena dia bisa memecahkan segala macam masalah. Karena kesombongannya, ada teman-temannya yang tidak berbakat diusir oleh Cilkan dan pergi meninggalkan dia.

Ada seekor ular yang bijaksana, dia mempunyai teman seekor kucing hutan. Saat dia melihat kesombongan Cilkan, ia berniat untuk menguji kemampuan Cilkan dengan cara membuat masalah baru.

“Ini demi kebaikan dia...”jawab ular, setelah ditanya sahabatnya, si kucing. Ternyata masalah yang diberikan untuk Cilkan adalah seekor singa raksasa yang bernama Zyloin.

Zyloin pun langsung menyerang para hewan hutan. Ada yang berlari, menangis, pasrah saja, dan lain-lain. Cilkan terlihat gelisah saat teman-temannya memintanya untuk memecahkan masalah ini.

“Cilkan, tolong kami. Lawan dia Cilkan! Cilkan! Cilkan!” kata Gugu mewakili. Karena dia takut diejek, Cilkan pun pergi untuk melawan Zyloin. Di tengah jalan, Cilkan mendapatkan ide. Idenya adalah, ia akan mengikat Zyloin dengan tumbuhan rambat. Tetapi, ternyata, Cilkan belum tahu bahwa, Zyloin sangat suka makan tumbuhan rambat! Cilkan pun segera memotong tumbuhan rambat dengan cara digigit.

Setelah mendapat banyak tumbuhan rambat, Cilkan langsung pergi ke tempat Zyloin berada. Dengan senyum penuh kemenangan dan percaya diri, ia memanggil Zyloin dengan tegas. Saat itu tidak ada yang menyaksikan pertarungan antara keduanya.

“Hei, Zyloin, ayo makan aku!” kata Cilkan memulai.

“Oke!” kata Zyloin. Cilkan lalu mengikat Zyloin dengat tumbuhan rambat, dengan cepat, Zyloin langsung memakan tumbuhan rambat itu.

“Terima kasih, aku sangat suka dengan tumbuhan rambat,” kata Zyloin dengan sedikit tertawa.

Cilkan yang mengetahui hal itu, langsung terperanjat dan lari. Di tengah hutan, Cilkan berpikir lagi. Dan dia menemukan ide lagi, dia akan menipu Zyloin sama seperti ia menipu para buaya. Tetapi, ternyata Cilkan tidak tahu satu hal lagi. Bahwa si ular sudah memberi tahu Zyloin, jika Cilkan suka menipu!

Cilkan pun kembali lagi ke tempat pertarungan. Dan langsung menipu Zyloin seperti ini, “Hai Zyloin, tadi di tengah perjalanan aku melihat istrimu tertimpa pohon besar!” kata Cilkan, Zyloin pun pura-pura kaget.

“Lalu dia berteriak minta tolong, dan dia hampir dimakan oleh ular raksasa!” lanjut Cilkan. Zyloin pun menjawab, “Aku belum mempunyai istri, dan tidak ada hewan raksasa di sini selain aku!”jawab Zyloin. Zyloin pun langsung memegang Cilkan.

Si ular pun langsung bertepuk tangan. Zyloin pun menurunkan Cilkan dan pergi ke ular dan kucing hutan. Cilkan yang bingung pun bertanya. “Sebenarnya ada apa ini?” tanya Cilkan.

“Kami hanya ingin mengujimu Cilkan, kami bertiga hanya ingin kamu tidak sombong lagi. Dan tidak memilih-milih teman lagi. Seperti kami, kami sudah tidak diterima 5 kali untuk menjadi temanmu,” kata ular dengan tegas.

“Terima kasih, ya. Kalian memang sudah baik padaku, dan aku tidak menyadari bahwa sikapku bisa menyebabkan hal fatal seperti ini. Dan aku juga sadar, bahwa masih ada teman-temanku yang lain lebih cerdik dari aku,” jawab Cilkan. Cilkan pun tidak sombong dan tidak memilih-milih teman lagi. Hutan pun baik kembali.

Nabilla Tita Azalia Putri
Nabilla Tita Azalia Putri

3 Artikel

Score : 5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG