Home - Klinik Cerita - Cerita Pilihan Nenek
Cerita Pilihan Nenek
Selasa, 23 Juli 2013
Idolaku
Idolaku

Idolaku

"Hey! Tahu tidak? Katherine Leeny, idolamu itu, akan konser di kota kita!" kata Becca, kakak 10 menitku.
"Apa?! Serius? Katherine, kan, jarang konser ke kota kita!" sorakku kegirangan.
"Iya serius. Oh ya, pemesanan tiket mulai dari hari ini lho," kata Becca.
"Ayo beli," rengekku.
"Ya sudah. Oh ya, karena aku baik, aku yang bayarin dehhh," kata Becca.

Aku bersorak kegirangan. Apalagi setelah mendapat ijin dari kedua orang tuaku.
Siangnya, aku dan Becca menaiki taksi menuju tempat pembelian tiket.
Uuuuh, ternyata antreannya panjjjaaaaaaaaaang sekali.

"Gimana, nih?" keluhku kesal.
"Ya sudah, mau gimana lagi, ya kita harus mengantre," jawab Becca sabar.
"Aku malas mengantre," keluhku lagi.
"Ya sudah, aku aja yang antri, kamu di kedai es krim itu aja, jangan lupa belikan es krim untuk aku juga ya," kata Becca.
Aku mengangguk lalu berlari ke kedai es krim.

Satu jam kemudian...

"Hei Violin! Lihat! Aku berhasil mendapatkan 2 tiket VVIP, dengan tiket ini, kita bisa ketemu dan ngobrol, minta tanda tangan + foto bareng Katherine!" jelas Becca.
"Yeeeee!" Aku bersorak.
"Oh ya? Mana es krim ku?" tanya Becca.
"Hehehehe, maaf ya, sudah kumakan, soalnya tadi kau lama sekali, dari pada es krimnya meleleh tanpa ada yang makan, lebih baik kumakan," kataku sambil nyengir lebar. Becca hanya tersenyum.

"Ayo pulang, aku sudah lelah. Konsernya bulan depan. Di simpan ya tiketnya," katanya.
Aku mengangguk senang.

Satu bulan kemudian...

Yeeey! Hari ini konser yang kunantikan! Aku tidak sabar untuk menonton konser Katherine! Apalagi, aku punya tiket VVIP yang gratis ngobrol, minta tanda tangan dan foto bareng Katherine, aku TIDAK SABAR.

Aku ke konser Katherine ditemani oleh Becca. Tak terasa sekarang saatnya Katherine keluar.
Naah, yang di tunggu-tunggu keluar juga... Aku tidak menyangka, idolaku yang biasanya aku lihat di televisi, sekarang berada tidak lebih dari 5 meter di hadapanku.

Konser selesai. Sebagian penonton kecewa. Tapi tidak untukku. Aku kan bisa ngobrol, minta tanda tangan dan foto bareng. Aku jadi tidak sabaran.

"Ayo, Becca! Cepat!" kataku berkali-kali.

Satu-satu pemilik tiket VVIP dipanggil masuk ke sebuah ruangan khusus. Tentu saja di dalamnya ada Katherine.
Sekarang saatnya! Aku masuk dengan Becca di sebelahku. Jantungku berdegup kencang.

"Hai!" sapaku.
"Hai," jawabnya angkuh. "Ya, langsung saja, minta tanda tangan sama foto bareng, kan?" tanyanya dengan nada sinis.
"Hey! Jangan sinis begitu, dong! Kita di sini bayar mahal tahu!" gerutu Becca.

Acara pun selesai. Aku kurang puas dengan Katherine yang ternyata sifatnya jelek.
Selama di perjalanan, Becca sibuk mengomel. Katanya, "Ahhh! Dasar artis sombong! Tidak tahu diri!" Blablabalbla gitu deh.
Akhirnya kami sampai di rumah. Saking lelahnya, Becca tertidur di sofa.

Aku memperhatikannya. Hmmm... Tiba-tiba aku sadar. Becca sudah banyak berkorban untukku. Mulai dari membeli tiket, harusnya aku sadar, dia pasti menghabisi tabungannya, untuk mendapatkan dua tiket VVIP, lalu berjuang dengan mengantre 1 jam di siang bolong sementara aku? Enak-enak makan di kedai es krim, malah menghabiskan es krim miliknya juga! Lalu, dia juga sudah rela menemaniku nonton konser. Harusnya aku tahu semua itu dari dulu...

Aku sadar. Idolaku bukanlah Katherine Leeny, tapi Becca, kakak 10 menitku.

Adara Kirana Putri
Adara Kirana Putri

2 Artikel

Score : 5.5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG