Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Rabu, 01 Agustus 2012
Hanako, Hantu Sekolah

Hanako, Hantu Sekolah

Pagi hari ini, kelas tampak ramai seperti pasar. Seorang gadis kecil terdiam di sudut kelas. Gadis itu memperhatikan sekelilingnya dengan rasa takut, Rin namanya. Gadis itu mempunyai kembaran laki-laki yang bernama Ren. Sifat Ren sangat jauh berbeda dengan  sifat Rin yang penakut itu. Ren sangatlah pemberani.

"Rin! Diam saja! Ada apa?" sapa Ren sambil menepuk pundak Rin.
"Aku tak apa-apa, hanya ketakutan," jawab Rin lesu. Ren hanya kebingungan.
"Sudahlah, Hanako hanya gosip saja," balas Ren menenangkan adik kembarnya itu.

Rin mengangguk, lalu tersenyum manis. Senyuman seorang Rin yang indah. Sahabat Rin, Teto, gadis berambut magenta yang dikuncir dua yang ikal itu. Sama seperti Rin, Teto juga punya kembaran. Namanya Ted yang juga sahabat dari Ren sendiri.

"Rin, selidiki Hanako, yuk!" ajak Teto yang tiba-tiba datang. Pastinya itu membuat Rin kaget.
"Tapi, aku takut," balas Rin gemetaran. Ren menenangkannya.
"Ren dan Ted juga ikut, kok," kata Teto mencoba merayu Rin. Awalnya Rin ragu, tapi saat mendengar kalau Ren ikut, dia mengangguk.
"Pulang sekolah, ya!" seru Teto semangat. Teto memang gadis yang selalu ceria.

Pulang sekolah...
Rin dan Ren berdiri mematung di gedung tua di belakang sekolahnya itu. Mereka menunggu Teto dan Ted datang, nereka sudah janjian akan bertemu di sini.
Setelah 5 menit menunggu, akhirnya Teto dan Ted datang. Rin tersenyum pada mereka.
"Ayo!" seru Teto sambil menarik tangan Rin. Diikuti oleh Ren dan Ted.
Di dalam gedung itu, udara terasa pengap. Ren terus saja terbatuk karena tak kuat menahan debu. Rin terus menutup matanya, sedangkan si kembar magenta itu sangat bersemangat.

"Teto, kami di kamar mandi wanita," kata Ted sambil menunjuk kearah pintu toilet itu.
"Ayo masuk!" ajak Teto. Ted menahan tarikan Teto.
"Tidak bisa, ini toilet wanita! Aku laki laki!" bantah Ted. Teto mencibir. Akhirnya yang masuk hanyalah Rin dan Teto saja, sedangkan Ren dan Ted menunggu di luar pintu kamar mandi yang gelap dan pengap itu.

"Biasanya Hanako ada di pintu toilet ke-2, tapi kenapa semua pintu terbuka?" tanya Ren heran. Teto tampak berpikir keras, sedangkan Rin ketakutan hebat. Tiba tiba...
"Hanako..." Rin memanggil nama Hanako dengan nada yang lembut.
"Apa..." balas sebuah suara. Semua menoleh kearah luar pintu kamar mandi. Glek!

"AAA! HANAKO!" teriak mereka semua ketakutan. Mereka berlari sekencang kencangnya. Saat mereka melihat pintu ke luar gedung, mereka mempercepat pelarian mereka.

"Hanako benar benar ada!" ujar Teto saat sudah diluar gedung. Semua mengangguk.
"Rin..." tiba tiba sebuah suara memanggil nama Rin. Suara itu semakin jelas terdengar. Rin ketakutan. Saking takutnya, Rin berteriak.
"AAA!!" mata Rin terbuka. Dilihatnya seorang anak laki laki yang mirip dengannya sedang duduk di kasurnya Rin sambil memasang wajah bingung.
"Rin, kamu mimpi buruk, ya?" tanya Ren khawatir. Napas Rin tersengal sengal.

"Aku mimpi dikejar hantu Hanako di gedung sekolah lama," balas Rin dengan napas yang masih tersengal-sengal. Ren tersenyum aneh.
"Sudah, itu hanya mimpi, lebih baik sekarang kamu mandi lalu sarapan. Aku buat air jeruk hangat lalu kue jeruk! Hari ini spesial buah kesukaanmu itu. Besok pisang, gantian sama aku," jelas Ren tersenyum.
"Kamu memang Anak Pisang!" balas Rin sambil tertawa kecil. Ren cemberut, eh, cemberutnya Ren imut banget, padahal dia laki laki!
Rahasia, sebenarnya Ren juga bermimpi yang sama, lho.

Salsa Utatane
Salsa Utatane

4 Artikel

Score : 5
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG