Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Selasa, 23 Juli 2013
Misteri Hotel Berhantu -1-

Misteri Hotel Berhantu -1-

Geisha, Doni, Angga, Farhan, dan Shizumi sedang makan mie ayam di kantin sekolah.

"Eh, bagi dong, punya kamu!" ujar Doni kepada Farhan.
"Ih, enak aja! Kamu kan udah beli mie ayam, masa segitu masih kurang??" sahut Farhan.
"Hahaha... Dasar Doni, kerjaannya makan terus!" tawa Geisha.
"Hahaha...." mereka ikut tertawa bersama. Atau, bisa disebut tertawa berjamaah. Hehehe :D

"Eeh, kok kalian malah menertawakan aku? Aku kan, cuma mau minta mie ayam punya Farhan, tahu!" ujar Doni cemberut.
"Ceilah, pake cemberut segala! Senyum, dong!" goda Geisha.
"Iya, senyum itu ibadah!" sahut Angga.
"Nggak usah diceramahin kali, Pak! Aku juga udah tahu!" balas Doni.
"Hadeh, Don, Don! Memangnya Angga udah bapak-bapak apa?" tanya Shizumi sambil menepuk jidat.
"Suka-suka aku dong mau manggil kalian apa!" balas Doni tak mau kalah.
"Ya udah deh, kita ngalah aja. Ntar Si Doni nangis, kita yang repot!" timpal Geisha.

Untuk yang kedua kalinya, mereka tertawa bersama lagi, tentunya kecuali Doni.

"Tet..! Teet...! Teeet....!" bel masuk pun berbunyi. Ini adalah hal yang paling tidak ditunggu-tunggu oleh semua murid, termasuk Lima Sekawan itu.

"Yaah, udah bel masuk, deh. Mana mie ayam punyaku belum habis, lagi!" keluh Geisha.
Tapi, walau bagaimanapun, mereka harus segera menghabiskan mie ayam mereka. Kalau tidak, bersiap-siap saja diberi hukuman oleh guru mata pelajaran hari ini, Miss Devi. Miss Devi memang terkenal sebagai guru paling killer di sekolah.

"Yuk, ke kelas! Mie ayam punyaku sudah habis, nih!" seru Shizumi.
"Tungguin aku! Mie ayam punyaku sebentar lagi habis!" sahut Geisha.
"Ya udah, cepetan!" kata Shizumi lagi.
"Nih, aku sudah habis!" seru Geisha kemudian.
"Ya udah, yuk, ke kelas!" ajak Shizumi tidak sabar.
"Kami bertiga kok ditinggalin?? Ih, dasar, enggak setia kawan!" seru Doni.

"Bukan begitu, kami berdua ingin masuk ke kelas, sebelum Miss Devi datang!" balas Geisha dan langsung berlari meninggalkan mereka bertiga bersama Shizumi.
"Fiuh...! Melelahkan, ya! Yuk, masuk!" ajak Geisha. Shizumi mengangguk.
"Tok, tok, tok!" Geisha mulai mengetok pintu.
"Ya, silahkan masuk!" seru sebuah suara dari dalam kelas.

"Waduh, Sha, udah ada Miss Devi, tuh!" bisik Shizumi di telinga Geisha.
"Iya, nih. Ya udahlah, percaya diri aja!" jawa Geisha santai. Walaupun sebenarnya, di dalam hatinya ia juga sangat takut.
"Krek!" pintu kelas terbuka. Dan, masuklah kedua murid yang sudah pasti Geisha dan Shizumi.
"Mengapa kalian terlambat?" tanya Miss Devi galak.

"Hm... Anu, Miss... Tadi di kantin kami berdua lagi makan mie ayam. Waktu bel masuk sudah berbunyi, mie ayam kami berdua belum habis," jawab Geisha gugup.
"Oh, kalau begitu..."
"Krek!" tiba-tiba pintu kelas terbuka lebar. Muncullah wajah 3 orang anak laki-laki yang bernama Doni, Angga, dan Farhan.
"Mengapa kalian telat?" tanya Miss Devi kepada mereka bertiga.
Dan, sudah pasti jawabannya sama seperti yang Geisha ucap tadi.

"Ya, karena ini baru pertama kalinya kalian terlambat, jadi kalian akan Miss beri hukuman supaya kalian kapok. Hukumannya tidak sulit, kalian hanya akan menari dangdut. Bisa?" kata Miss Devi sambil menatap kelima kawanan itu tajam. Mereka berlima diam saja.
"Atau, kalau kalian tidak mau menari dangdut seperti yang Miss bilang tadi, kalian boleh memutari lapangan sekolah sebanyak 10 kali. Jadi, kalian pilih yang mana?" tanya Miss Devi lagi.

"Doni, apa pilihanmu?" tanya Miss Devi.
"Saya memilih memutari lapangan sekolah 10 kali, Miss!" jawab Doni mantap.
"Apaaa?? Nggak salah tuh, Don??" tanya Geisha dalam hati.
"Baiklah, kalau itu memang pilihanmu, Doni. Kalau kamu, Farhan?" tanya Miss Devi pada Farhan.
"Saya juga sama seperti Doni, Miss!" jawab Farhan.
"Sekarang, Angga, apa pilihanmu?" tanya Miss Devi.
"Saya juga sama seperti mereka berdua, Miss!" jawab Farhan.
"Kalau Shizumi dan Geisha?" tanya Miss Devi.

"Saya memilih memutari lapangan sebanyak 10 kali, Miss!" jawab Shizumi. Waduh, Geisha bingung sekarang. Tadinya, ia ingin memilih menari dangdut di kelas, tapi karena semua teman-temannya yang dihukum juga itu memutuskan untuk memutari lapangan sekolah sebanyak 10 kali, maka ia juga harus memilih apa yang akan dipilih teman-temannya itu. Masa', dia akan menari dangdut sendirian, sih? Yang benar saja? Jadi, Geisha memilih ikut-ikutan teman-temannya.

****

"Terus gimana kelanjutannya?" tanya Keisha, adiknya Geisha yang masih kecil.
"Lalu..." ucapan Geisha terpotong saat ia mendengar suara panggilan dari luar.
"Itu pasti teman-teman!" batin Geisha.
"Geisha!" panggil Shizumi, Doni, Angga, dan Farhan.
"Ya, tunggu sebentar!" jawab Geisha.
"Kalian pasti mau menginap di hotel, kan? Aku boleh ikut nggak?" tanya Geisha.

"Ya, kamu benar sekali, Sha. Tentu kami au mengajakmu, kalau kami tidak mau mengajakmu, kenapa kami ke sini?" tanya Shizumi balik.
"Hehehe," Geisha terkekeh.
"Ya sudah, kamu siap-siap dulu, sana!" perintah Angga.
"Iya, deh. Kalian tunggu sebentar, ya!" kata Geisha sambil berlari masuk ke dalam rumahnya.
"Mumpung masih libur, aku bersenang-senang dulu deh, sama eman-teman!" pikir Geisha.
"Akkhh.... Tolooongg...! Geisha, tolong kami!!" teriak Shizumi dari luar.
"Kenapa mereka teriak-teriak? Huft, pasti ada yang enggak beres, nih!" batin Geisha.

-Bersambung-

Azalia Rifati Ghaniyana
Azalia Rifati Ghaniyana

55 Artikel

Score : 4
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG