Home - Klinik Cerita
Klinik Cerita
Kamis, 27 September 2012
Teman Dalam Kegelapan

Teman Dalam Kegelapan

"Bangunlah, matahari sudah terbit dan bersinar cerah telah datang menjemputmu. Ia mengucapkan selamat pagi." Aku tersenyum, lalu membuka mata.Tapi semuanya sama saja. Gelap, tanpa seberkas cahaya.Ya, inilah duniaku. Aku berharap, saat pagi datang, aku akan dapat melihat sinar pagi yang cerah dan burung-burung yang beterbangan dilangit. Itu adalah hal biasa bagi anak yang normal, tapi itu merupakan impian bagiku.

Hari ini hari minggu, aku tak perlu bersiap untuk ke sekolah. Lalu aku duduk di meja belajarku sambil meraba huruf-huruf braile. Aku lebih senang membaca buku ketimbang berjalan-jalan. Karena aku takut kejadian yang dulu teralami lagi. Yaitu saat aku sedang berjalan-jalan ada beberapa anak kecil menghampiriku. Kemudian mereka tertawa sambil berteriak, "Anak buta! Anak buta! hahaha...!" bahkan mereka melempariku dengan kerikil. Sejak itulah aku malas berjalan-jalan.

Aku sangat membutuhkan teman, hingga akhirnya Yuo datang. Aku tak tahu siapa dia. Tetapi dia sangat baik padaku. Aku menyukainya. Dia selalu menyemangatiku dan berusaha membuatku selalu bersyukur dengan keadaanku. Dia juga selalu menemaniku saat aku kesepian, karena mama selalu pulang malam. Aku tahu, mama bekerja keras untuk membiayai operasi mataku nanti. Ah, seandainya papa masih ada...Aku menutup pintu kamarku sambil tersenyum.

"Yuo..?"
"Aku di sini. Kau tampak seperti bahagia. Ada apa?"
"Ya, tadi Mama bilang minggu depan aku akan dioperasi."

Sunyi tak ada jawaban. "Yuo? Apakah kau tidak senang?"
"Aku senang, hanya saja aku takut kalau kau tak mau mengenalku nantinya."
"Tak perlu khawatir, siapapun kamu aku tak peduli. Kamu adalah sahabat terbaikku."
"Kau akan berkata lain nanti. Percayalah.."

Aku hendak membuka mulut lagi, tapi Yuo tidak mengizinkanku.
"Dunia itu indah. Tapi ingatlah, jangan terjebak oleh keindahan dunia."
"Yuo....??" Keadaan pun sunyi. Kemana Yuo? Siapakah dia?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku terbaring disebuah ranjang. Suara alat-alat terdengar di telingaku. Aku takut. Tapi kali ini aku terasa mengantuk sekali. Lalu akupun terlelap.
 Aku tak tahu apakah aku dalam kondisi sadar atau tidak. Tetapi keadaan sekarang sunyi, aku merasa sedikit takut.
 "Nia? Ini aku, Yuo.." tiba-tiba suara Yuo terdengar di telingaku.

"Jangan takut, sebentar lagi kau akan melihat indahnya dunia. Aku tahu kau anak yang baik. Betapa sulit hidup di kegelapan dunia."
 Saat perban yang meliliti kepalaku dilepas, dokter menyuruhku untuk membuka mataku perlahan. Hatiku berdebar. Dan perlahan-lahan, aku melihat seberkas cahaya. Dan akhirnya aku melihat seorang wanita cantik di sampingku.

"Mama?"
"Ya Tuhan! Anakku bisa melihat! Terima kasih Tuhan. Terima kasih dokter!"

Setelah dokter pergi dari kamarku, aku teringat akan Yuo. "Yuo..."
"Kau ingin melihat Yuo? Ini dia..." Kata mama sambil menunjukan sebuah.... BONEKA ??!
"Ini Yuo ?!"
"Iya sayang. Kau sangat menyayangi dia, kan? Papamu yang meberikannya sebelum ia meninggal."

Aku semakin tak percaya.. Perasaanku saat ini gembira, terharu, serta bingung. Apakah Yuo itu khayalanku saat ini? Tiba-tiba aku melihat bibir Yuo bergerak pelaaaaan sekali seolah-olah mengucapkan "Selamat Tinggal"...... Apa in khayalanku ? Ahhh....

Zahra Putri Azizah
Zahra Putri Azizah

1 Artikel

Score : 6
Beri Score :
blog comments powered by Disqus
Kompas Gramedia Majalah
Copyright © Majalah Bobo, All Rights Reserved 2014.
logoKG